puisi perpisahan kelas 9 PADAMU AKU BERCERMIN
PADMU
AKU BERCERMIN
Vitriah
MTsN Sumba Timur
Ibu…
Terukir
indah namamu
Dalam kitab
suci Al-Qur’an
Al-Umm-Amma- Yaumu
Menjadi sosok teladan Manusia.
Ibu
…
Padamu aku bercermin
Semua
kebenran hakiki
Segala kenikmatan hayati
Seluruh keindahan duniawi
Bermuara pada derap langkahmu
Menjadi surga bagiku.
Kala
fajar hadir membela pekat
Pertanda
hari menjelang pagi
Ibulah
pertama terjaga dari lelap
Suara
ibu yang pertama kudengar
Seiring
tahrim menggema
Memecah
kebisuan pagi
Azan
berkumandang mengajak bertasbih
Saat
itu pun namaku dipanggil
Mengajak
bersujud, bersyukur
Atas
nikmat dan rizki ” minallah”
Doa
terus bergulir
Perlahan
menuju lapiasan atmosfir
Menembus
ketujuh lapis langit
Adalah
keramat bagi anakmu .
Ibu
….
Dari
tangan emasmulah
Terlahir
pemimpin yang adil
Berkembang
menjadi insan bijaksana
Bertumbuh
rakyat yang taat azaz
Adakah
makhluk yang lebih mulia selain ibu ?
Ayah
.. atas dasar cinta dan kasihmu
Aku
hadir dalam dunia fanah
Atas
dasar kasih nan tulus pengabdianmu
Mewarnai
hari-hari indah penuh makna
Terbingkai
indah dalam ilmu amaliah
Iman,
akhlak, dan adab, kokohkan tauhid
Ayah
…ibu….kasihmu sungguh tulus
Mengantarkan
aku ke gerbang ini untuk menimba ilmu
Bila
melangkah ke gerbang MTsn ini
Dalam
hitungan empat guru piket gerbang
Menyapa
lembut anakmu
Mengajar
santun, mendidik budi
Berdasar
agama Islam suci
Mengajariku
senyum, sapa, dan salam..
Melangkah
perlahan menuju kelasku
Diiringi
nyanyian buru-burung pipit
Dibalik
rimbunan pepohonan, segar…
Hembusan
udara pagi lembut menyapa
Mengantarkan aku ke majlis ilmu. Subhanallah.
Bergegas
menuju tempat berwudhu
Bunga-bunga
bermekaran dalam candaan kupu-kupu
Seakan
turut mengantarku kemusallah
Awali
hari, sahalat dhuhah pembuka rizki “ minallah”
Dalam
sujud aku berdoa buatmu ibu,.. ayah…dan guruku
Tapi kini ….
Perpisahan
hadir merenggut ceria
Bunga-bunga
seakan layu
Burung-burung
enggan bernyanyi
Menyaksikan
gerimis air mata bahagia
Ayah
lakasana lentera batinku
Ibu
ibarat mentari penerang qalbuku
Guruku
identik air bening mengalir dari perbukiran
Penyejuk
dahagaku
Guruku
tercinta
Adik-adiku
tersayang
Semua
warga madrasahku
Karena
ilmu kita bertemu
Lantaran
cita-cita mulia
Kita
harus berpisah di tikungan jalan ini
Kembali
ke pangkuan orang tuaku
Terimakasih
guruku…
Terimakasih
adik-adikku
Maafkan
atas segala khilaf
Inginku
terus berdiri di sini….
Menatap
alam nan indah, harmonis
Terjaga
ekosistemnya.
Buah
dari tangan-tangan trampilmu guruku.
Namun
sayang tak ada dan memang
Takan
ada lorong waktu untuk kembali ke bangku ini.
Wassalam
Waingapu,
3 Juni 2023- 52T
Komentar